Langsung ke konten utama

Saat – saat itu


Saat kau menjadi aku
Saat aku menjadi kau

Saat detik menjadi detak
Saat detak menjadi detik

Saat luka menjadi suka
Saat suka menjadi luka

Saat tabah menjadi tabuh
Saat tabuh menjadi tabah

Saat barah menjadi cerah
Saat cerah menjadi barah

Saat kenang menjadi senang
Saat senang menjadi kenang

Saat rindu menjadi candu
Saat candu menjadi rindu

Saat Aku bertanya – tanya
Apakah kau merasa demikian ?


06, Maret 2017

yang lainnya

Ulasan "Cerita dari Digul" karya Pramoedya Ananta Toer

 

Berkesenian itu TAI, Kalo…. (sebuah otokritik)

  Barangkali saya adalah orang yang beruntung. Bahkan bisa dibilang sangat beruntung, karena saya hidup di antara orang-orang hebat dalam bidang yang saya sukai, yakni kesenian. Ya, saya beruntung banget, di kampung saya Tanjungsari, banyak lahir seniman-seniman hebat dari berbagai bidang kesenian. Entah dari seni rupa, pahat, teater, tari, sastra dan yang paling kentara adalah musik. Mungkin bagi siapapun yang berkecimpung di dunia musik, khususnta skena Bandung-Jatinangor-dan sekitarnya pasti sudah tahu kalau Tanjungsari itu gudangnya para musisi. Selain itu, geliat kesenian di sini pun dapat dikatakan sangat rame dan kenceng, berbagai bidang kesenian saling mengisi satu sama lain. Dan atmosfer ini sangat patut untuk kita hargai dan banggakan, terutama bagi saya. Gatau sih buat yang lain mah. Sedikit cerita, cukup banyak kawan-kawan kuliah saya yang kebingungan setelah dia lulus, hasratnya untuk berkesenian nya tidak tersalurkan lagi . Berbagai macam faktor tentu melingkupi ...

Ulasan Novel "Max Havelaar" karya Multatuli