Langsung ke konten utama

Jum’at Siang



Hasil gambar untuk wallpaper siang hari

Kamis malam kamu masih manja padaku

Jum’at malam kau dekap aku erat dalam bayangmu

Sabtu pagi kau buka dengan harapan indah

Minggu siang senyum wajahmu membayang di mataku

Senin sore kau mandi dengan air matamu sendiri

Selasa malam kau pergi entah kemana

Rabu dini hari jeritan siksa bagiku

Kamis malam kau meronta untuk pergi

Jum’at siang kau bergegas kabur bersama mimpi yang kau  buang


10-12-18

yang lainnya

Seni Berjarak dari Yang Nyata

Dialog Pohon

Seekor Burung bertengger pada dahan Pohon Tua yang telah usang nan rapuh dimakan usia. Kemudian Burung itu bertanya, “Apa dirimu tidak jemu hidup seperti ini? Hanya berdiam diri, mematung, sendirian, dan menunggu untuk ditebang oleh manusia?” Namun, Pohon Tua itu hanya diam tak menjawab. Tetapi Burung tersebut kembali bertanya, “Hey, aku merasa iba dan kasihan padamu. Kini kau hidup sendiri, kemana teman – temanmu dulu yang ada disini?”   Burung bertanya dengan nada dan gesture yang menjengkelkan. Namun Pohon Tua itu tetap diam tak menggubris dan sabar mendengar perkataan dari Burung itu . “Ohhhh… Yaa iya… Aku tahu. Aku tahu kawan, bahwa pasti mereka telah ditebang ya? Oleh makhluk – makhluk serakah itu ? Sungguh malang nasibmu kawan, sekali lagi aku merasa iba padamu. Hidup seorang diri, tak ada teman, sudah tua, dan mungkin tinggal menunggu 3 sampai 5 tahun lagi kau akan ditebang.” Cemooh si Burung. “Hahhh untung saja aku punya sayap, jadi apabila ada...

Berkesenian itu TAI, Kalo…. (sebuah otokritik)

  Barangkali saya adalah orang yang beruntung. Bahkan bisa dibilang sangat beruntung, karena saya hidup di antara orang-orang hebat dalam bidang yang saya sukai, yakni kesenian. Ya, saya beruntung banget, di kampung saya Tanjungsari, banyak lahir seniman-seniman hebat dari berbagai bidang kesenian. Entah dari seni rupa, pahat, teater, tari, sastra dan yang paling kentara adalah musik. Mungkin bagi siapapun yang berkecimpung di dunia musik, khususnta skena Bandung-Jatinangor-dan sekitarnya pasti sudah tahu kalau Tanjungsari itu gudangnya para musisi. Selain itu, geliat kesenian di sini pun dapat dikatakan sangat rame dan kenceng, berbagai bidang kesenian saling mengisi satu sama lain. Dan atmosfer ini sangat patut untuk kita hargai dan banggakan, terutama bagi saya. Gatau sih buat yang lain mah. Sedikit cerita, cukup banyak kawan-kawan kuliah saya yang kebingungan setelah dia lulus, hasratnya untuk berkesenian nya tidak tersalurkan lagi . Berbagai macam faktor tentu melingkupi ...