Langsung ke konten utama

Hidup Hanya Tentang Kekalahan


Gambar terkait



Hidup hanya mengajarkanku tentang kekalahan
Aku mengaku bahwa kesedihanku saat ini ialah karena hidupku
Tidak asing bagiku dengan kemelaratan
Kau pergi dengan pria bajingan tak tahu diri

Aku tinggal di sini dengan kekalahanku
Kalah olehmu, oleh dia, oleh semua orang yang berbahagia atas kemenanganmu
Kau lebih memilih menyulam cerita kembali dengan orang lain
Sementara sulamanmu saat ini belum setengah jalan

Minggat dari rumah
Kau kabur dengan kesedihanmu
Jarum – jarum itu kau gunakan untuk menusukku berkali – kali
Namun aku tetap diam

Aku berjanji pada dunia
Bahwa pertemananku dengan kekalahan
Cukup sampai di sini
Hingga saat aku kembali, aku pulang padamu dengan kemenangan bersamaku

10-12-18

yang lainnya

Seni Berjarak dari Yang Nyata

Aku menjerit pada titik kehampaan

Dialog Pohon

Seekor Burung bertengger pada dahan Pohon Tua yang telah usang nan rapuh dimakan usia. Kemudian Burung itu bertanya, “Apa dirimu tidak jemu hidup seperti ini? Hanya berdiam diri, mematung, sendirian, dan menunggu untuk ditebang oleh manusia?” Namun, Pohon Tua itu hanya diam tak menjawab. Tetapi Burung tersebut kembali bertanya, “Hey, aku merasa iba dan kasihan padamu. Kini kau hidup sendiri, kemana teman – temanmu dulu yang ada disini?”   Burung bertanya dengan nada dan gesture yang menjengkelkan. Namun Pohon Tua itu tetap diam tak menggubris dan sabar mendengar perkataan dari Burung itu . “Ohhhh… Yaa iya… Aku tahu. Aku tahu kawan, bahwa pasti mereka telah ditebang ya? Oleh makhluk – makhluk serakah itu ? Sungguh malang nasibmu kawan, sekali lagi aku merasa iba padamu. Hidup seorang diri, tak ada teman, sudah tua, dan mungkin tinggal menunggu 3 sampai 5 tahun lagi kau akan ditebang.” Cemooh si Burung. “Hahhh untung saja aku punya sayap, jadi apabila ada...